GALERI PRODUK
JUAL PERLENGKAPAN TINGWE

Bagi para Pecinta TingWe yang berada di Kota SURABAYA khususnya di sekitar daerah PAKIS WETAN yang kesulitan mendapatkan perlengkapan untuk kebutuhan melinting rokok sendiri, silahkan datang ke Toko saya... yang alamatnya tertera dengan jelas di WebBlog ini, karena... sampai dengan saat ini saya belum bisa melayani order secara OnLine.



POSTINGAN TERBARU
 

Tetap Keren Dengan Rokok TingWe

Dari hasil survei yang saya lakukan (tanpa disengaja) selama ini... banyak diantara teman-teman saya yang berkeluh kesah ketika harga rokok pabrikan melambung tinggi, tetapi... mereka masih saja egonya tinggi dan merasa gengsi apabila saya tawarkan kepada mereka untuk beralih ke rokok TingWe (melinting rokok sendiri).

Padahal selama ini... ketika saya belum angkat bicara menawarkan kepada teman-teman saya tersebut untuk beralih ke rokok TingWe... mereka telah berkali-kali atau sering ikut mencicipi rokok TingWe racikan saya, dan... jika di hitung-hitung jumlah rokok TingWe yang dicicipinya tersebut lebih dari satu bungkus bahkan bisa dikatakan tidak bisa di hitung lagi jumlahnya, karena... setiap ketemu saya, mereka selalu ikut mencicipi rokok TingWe yang saya bawa ketika berbincang santai di warung kopi dengan mereka.

Jadi... kalau boleh saya simpulkan, bahwa... selama ini banyak orang-orang yang merokok hanya terobsesi oleh adanya iklan merek rokok tertentu yang di lihat dan atau yang di dengarnya, yang akhirnya membuat fanatik buta pada si perokok tersebut terhadap... kardus tempat rokok dan gambar logo atau merek rokok tertentu... bukan merasakan nikmatnya sensasi cita rasa rokok yang dikonsumsinya... yang bisa membantu memunculkan ide dan gagasan yang ditemukan disaat merokok (maaf ini pendapat pribadi saya, terlepas dari pro dan kontra terhadap rokok).

Selain itu, yang sering saya lihat... masih banyak perokok merek pabrikan meskipun egonya tinggi dan merasa malu atau gengsi jika beralih ke rokok TingWe, tetapi jiwa sosialnya sangat miskin, yakni... jika berbagi rokok dengan teman-teman di sekitarnya, mereka masih saja pelit dan merasa ketakutan (mungkin takut tidak bisa beli rokok lagi) untuk berbagi rokok dengan teman-temannya. Bahkan yang sering terjadi dan saya lihat sendiri secara langsung... masih saja ada orang yang menyembunyikan rapat-rapat rokok di sakunya, tetapi... tidak merasa malu mengambil dan menghisap rokok temannya berkali-kali. Inikah buahnya gengsi dan malu... jika masih merasa ketakutan untuk tidak bisa membeli rokok lagi... kenapa harus ego, gengsi atau malu beralih ke rokok TingWe...??!!

Mengapa dan Bagaimana teman-teman saya tersebut tidak mengetahui, bahwa rokok yang saya bawa dan yang sedang dicicipinya berulang kali selama ini adalah Rokok TingWe...??

Hal ini dikarenakan... rokok TingWe yang saya buat tersebut saya racik dengan cita rasa yang mendekati atau mirip dengan rokok DJI SAM SOE (menurut pendapat pribadi saya... dan kata teman-teman saya juga) dan kertas rokoknya saya pakai yang juga mirip atau terlihat seperti kertas rokok DJI SAM SOE... yang kemudian saya masukkan ke dalam TEMPAT ROKOK STAINLESS dan atau tempat rokok DJI SAM SOE yang saya miliki, sehingga... perasaan teman-teman saya tersebut menganggap rokok yang saya konsumsi selama ini adalah rokok pabrikan merek DJI SAM SOE yang bungkusnya dibuang kemudian isinya dimasukkan ke dalam tempat rokok. Jadi... selama ini (sebelum mereka ikut beralih ke rokok TingWe) telah terkecoh hanya dengan melihat penampilan dari luarnya saja, dan saya katakan sekali lagi... meskipun belum tahu kebenarannya dari saya, tetapi... mereka telah berani menyimpulkan bahwa rokok yang saya konsumsi dan yang mereka cicipi selama ini adalah benar-benar rokok pabrikan merek DJI SAM SOE.

Itulah cara yang saya lakukan selama ini... agar tetap berpenampilan keren meskipun rokoknya TingWe...!!

Read more

Ketika Harga Rokok Meroket TingWe Solusinya

Menurut informasi yang saya dengar dari keluhan dan kegelisaan teman-teman di sekitar rumah, disaat berbincang santai di warung kopi... saat ini harga rokok pabrikan kian meroket, dengan kisaran harga ecerannya antara Rp12.500 s/d Rp14.000 per bungkus dengan isi 12 batang. Dan pastinya harga ini tidak akan turun lantaran pemerintah selalu menaikkan cukai, bahkan pada Tahun depan 2016 ada kabar Cukai Rokok bakalan naik lagi, sehingga... akan berdampak pada harga rokok pabrikan yang akan semakin melambung tinggi harganya.

Dari informasi yang saya dengarkan tersebut diatas... saya terdiam dan berkata dalam hati... ternyata masih banyak orang-orang termasuk teman saya tersebut yang belum tahu cara mensiasati agar tetap bisa merokok dengan BIAYA MURAH dan dengan CITA RASA rokok sesuai yang di inginkan. Seandainya mereka tahu, bahwa... besarnya harga pembelian rokok tersebut di atas bila ditambah sedikit lagi menjadi sejumlah Rp 16.000,- maka sudah bisa untuk membeli 1 (satu) Bungkus Tembakau TingWe ANEKA RASA... yang bisa dibuat Rokok TingWe sebanyak 5 (lima) Bungkus dengan isi yang sama, yakni 12 batang per Bungkus-nya... seperti yang selama ini saya lakukan.

Setelah saya jelaskan cara saya merokok selama ini... yang dianggap oleh teman-teman saya tersebut, bahwa... rokok yang selama ini saya tempatkan di kotak rokok dianggapnya rokok pabrikan merek DJI SAM SOE ternyata hanyalah rokok TingWe, meskipun mereka berkali-kali ikut mengkonsumsinya... esok harinya ada teman yang datang ke rumah saya untuk membeli (jw: nempel) persediaan ALAT CETAK ROKOK dan perlengkapan TingWe serta Tembakau yang saya racik dan yang saya konsumsi selama ini (meskipun tidak semua teman saya yang telah saya jelaskan tersebut diatas... ikut beralih ke rokok TingWe dikarenakan rasa gengsinya yang masih tinggi dan fanatik pada merek rokok pabrikan, padahal finansialnya dibawah rata-rata... dan itu adalah hak mereka yang harus tetap dihargai).

Sebenarnya saya sendiri sampai dengan saat ini tidak merasakan dampak apapun dari kenaikan harga rokok pabrikan yang di konsumsi teman-teman saya tersebut... semenjak saya senang melakukan uji coba meracik ANEKA RASA rokok TingWe (melinting dhewe) yang cita rasa-nya mirip dengan rokok pabrikan.

Rokok TingWe hasil uji coba meracik sendiri yang saya konsumsi selama ini, antara lain... TingWe yang cita rasa-nya mendekati rasa rokok DJI SAM SOE (menurut pendapat pribadi saya) dan ada sebagian (secara terpisah) rokok TingWe yang saya buat tersebut saya tambahkan juga aroma CHOCOLATE atau  STRAWBERY atau aroma lainnya sesuai yang saya inginkan, sehingga setiap harinya saya mengkonsumsi rokok TingWe rasa mirip DJI SAM SOE tanpa tambahan aroma, dan pada saat yang sama... saya-pun bisa mengkonsumsi secara bergantian rokok TingWe rasa mirip DJI SAM SOE yang telah saya tambahkan aroma STRAWBERRY, CHOCOLATE, dll.

Selain itu saya-pun mencoba berkreasi meracik rokok TingWe aneka rasa lainnya, misalnya... rasa SURYA, MILD, MENTOL, dll, dengan saya beri aroma juga yang saya sesuaikan dengan selera yang saya inginkan..

Bagi siapapun Anda, khususnya para pecinta ROKOK KRETEK dan atau ROKOK TINGWE yang saat ini sedang resah dan gelisa memikirkan semakin melambungnya kenaikan harga rokok pabrikan, dan... ingin mengikuti cara saya merokok dengan Rokok TingWe ANEKA RASA, tetapi... kesulitan mendapatkan bahan-bahan perlengkapan TingWe yang Anda butuhkan... silahkan mampir ke rumah saya, jika kebetulan Anda melintas di daerah tempat tinggal saya (yang saat ini menjadi Toko Tembakau dan Perlengkapan TingWe), dengan alamat tersebut di bawah ini :

TOKO TEMBAKAU & PERLENGKAPAN ROKOK TINGWE

Jl. Padmosusastro 102-B Surabaya 60241
Call : 0878 5508 1688  -  0851 0235 1667

Teapi mohon maaf... karena usaha sampingan ini untuk saat ini masih bersifat sebagai HIBURAN di rumah yang menghasilkan ARUS KAS TAMBAHAN (selain untuk konsumsi sendiri juga melayani teman-teman), sehingga... untuk stock Tembakau TingWe ANEKA RASA yang tersedia di Toko... tergantung persediaan stock yang ada di Etalase, karena... untuk sementara Tembakau TingWe racikan ANEKA RASA tersebut BELUM saya buat dalam jumlah banyak, dan... TIDAK SAYA JUAL BEBAS DI PASARAN, misalnya... ke Toko, Warung, dll (Hanya untuk konsumsi sendiri dan hanya dijual di rumah... meskipun ada keinginan di jual via OnLine yang untuk sementara saya tunda dulu), kecuali... jika ada yang berminat pesan / order Tembakau Racikan tersebut dalam jumlah agak banyak (sesuai kesepakatan) untuk DI JUAL lagi di daerahnya (TANPA MEREK) dengan cita rasa dan aroma sesuai yang dikehendaki pemesan... baru kemudian saya membuatkan-nya.

Silahkan menghubungi saya di No.Hp. 0878 5508 1688 atau silahkan DATANG LANGSUNG ke tempat saya di alamat yang tertera dengan sangat jelas di halaman WebBlog ini, jika Anda membutuhkan Tembakau TingWe ANEKA RASA racikan saya tersebut (HARGA GROSIRAN : NEGO).

PENTING UNTUK ANDA KETAHUI, bahwa... untuk meracik Tembakau TingWe ANEKA RASA tersebut, saya membutuhkan waktu antara 2 (dua) s/d 3 (tiga) Hari untuk proses pembuatan dan belanja bahan bakunya... belum termasuk lamanya pengiriman di perjalanan, jika pemesan minta di kirim sampai ke alamatnya. Jadi... kepada para Pemesan dimohon hal ini benar-benar difahami dan mau bersabar tentunya... sebelum Anda memutuskan melakukan order barang di tempat saya...!!

Semoga postingan ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Read more

Cukai Naik, HM Sampoerna Naikkan Harga Rokok

Produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk. berencana menaikkan harga eceran rokok seiring peningkatan cukai dan PPN yang dibebankan oleh pemerintah. Kenaikan cukai tersebut dinilai menghambat pertumbuhan volume penjualan perseroan.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan kode HMSP ini menyatakan peningkatan cukai dan PPN akan membuat peningkatan harga jual eceran rokok, di mana produsen rokok akan mebebankan beban cukai dan PPN tersebut kepada konsumen.

Hal ini dilakukan karena kenaikan cukai dapat menghambat peningkatan volume penjualan, harga dan margin dari produk rokok perseroan. Oleh sebab itu, mau tidak mau perseroan akan membebankannya kepada konsumen.

"Sebaliknya, peningkatan pajak cukai yang lebih rendah atau penundaan peningkatan pajak cukai dapat mendorong pertumbuhan volume penjualan atau peningkatan harga jual serta marjin produk perseroan"... tulis manajemen, Senin (31/8).

Cukai merupakan komponen yang signifikan dari beban pokok penjualan dan harga eceran rokok perseroan. Pada 2012, 2013 dan 2014, proporsi cukai (termasuk PPN atas rokok putih buatan mesin (sigaret putih mesin tanpa cengkeh/SPM) terhadap penjualan bersih Perseroan masing-masing sebesar 51,1%, 50,0% dan 52,1%.

Adapun, cukai Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dan... perseroan memperkirakan tarif cukai tersebut akan terus meningkat...!!

Peningkatan tarif cukai terbaru di Indonesia diberlakukan pada Januari 2015 sehingga menghasilkan peningkatan masing-masing sebesar 11,3%, 6,7% dan 11,8% untuk sigaret kretek mesin (SKM), sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret putih mesin tanpa cengkeh (SPM).

Sementara, RAPBN 2016 tidak memberikan rincian perubahan cukai tembakau khusus. Hal ini berpotensi untuk mengakibatkan tarif cukai yang lebih tinggi untuk rokok perseroan di tahun 2016. Sebagai akibat dari potensi kenaikan tarif cukai tersebut, perseroan memperkirakan pertumbuhan volume yang lebih rendah yaitu 0% sampai dengan 1% selama tahun 2015.

"Namun demikian, perseroan meyakini bahwa untuk jangka menengah, pertumbuhan volume industri akan kembali ke 1% sampai dengan 3%, berdasarkan profil piramida demografi Indonesia yang kuat, pertumbuhan populasi dan bertambahnya jumlah masyarakat kelas menengah".


Sumber :
http://market.bisnis.com/read/20150831/192/467506/cukai-naik-hm-sampoerna-segera-naikkan-harga-rokok

Read more

13.000 Buruh Pabrik Rokok di Pasuruan Terancam PHK

Sekitar 13.000 pekerja pabrik rokok di Kabupaten Pasuruan, terancam jadi pengangguran. Mereka bisa di PHK perusahaan tempatnya bekerja, jika pemerintah berlebihan menaikkan penerimaan dari cukai rokok dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

"Jumlahnya bisa mencapai 13.000 orang yang di-PHK, kalau penerimaan dari cukai rokok dinaikkan sebesar 23% itu"... ungkap Yoyok Heri Sucipto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pasuruan, Rabu (23/9/2015).

Disampaikan, pemerintah pusat berencana menaikkan penerimaan dari cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada 2016 nanti sebesar 23%. Kenaikan itu akan memberatkan perusahaan-perusahaan rokok dan daya beli masyarakat diperkirakan juga akan terus menurun.

"Yang paling terasa adalah pabrik-pabrik rokok kelas menengah ke bawah. Kenaikan pajak pita cukai menjadi besar  dan sangat memberatkannya. Mereka tidak punya jalan lain, selain menutup perusahaannya dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya"... terang Yoyok.

Dalam RAPBN 2016, pemerintah mengusulkan penerimaan cukai hasil tembakau naik 23% menjadi Rp 148,85 trilyun. Angka itu, setara dengan 95,72% dari target penerimaan cukaipada 2016 yang sebesar Rp 155,5 trilyun.

Sedangkan realisasi dari cukai tembakau pada 2014, sebesar Rp 116 trilyun. Padahal target cukai dalam APBN 2015, sebesar Rp 120,6 trilyun. Artinya, target yang ditentukan tidak terealisasi, tapi malah target dinaikkan.


Sumber :
http://www.wartabromo.com/2015/09/23/13-000-buruh-pabrik-rokok-di-pasuruan-terancam-di-phk/

Read more

Industri Rokok Diminta Tidak Lakukan PHK

Tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) di tanah air akibat dari lemahnya perekonomian Indonesia saat ini menjadi sorotan serius yang harus diselesaikan Pemerintah melalui Dirjen Penyelesaian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Hayani Rumondang meminta kepada industri rokok untuk menekan tingginya angka PHK yang terjadi dengan cara-cara dilakukan dialog tiga pihak yang mencakup pemerintah, industri, dan karyawan.

"Selain itu, industri juga bisa melakukan efisiensi, mengurangi fasilitas, dan memangkas lembur" kata Hayani, di Jakarta, Sabtu (3/10/2015)

Haryani berharap agar langkah PHK merupakan jalan keluar terakhir yang diambil. Sebelum itu, industri rokok harus mengupayakan cara-cara dialog yang baik. Pasalnya, potensi PHK bisa terjadi karena berbagai faktor seperti menurunnya produksi dan lain-lain. "Untuk itu industri harus berdialog terlebih dahulu untuk mencari jalan keluar yang baik," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM (Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman) Sudarto menyatakan, pihaknya akan senang bila bisa duduk bersama pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.

"Namun sayang, rencana itu sampai sekarang belum ada. Kami justru menunggu dari pemerintah" jelas dia.

Menurut dia, pihaknya sudah berdiskusi secara mendalam perihal PHK kepada industri rokok. Dari situ jelas bahwa industri memang keberatan dengan kenaikan target cukai 2016 yang terlalu tinggi dan tidak realistis.

"Karena industri kesulitan. Saat ini produksi menurun dan pasaran merosot, jadi tidak mungkin diberikan target tinggi" jelasnya.

Faktanya menurut Sudarto, bila setiap tahun cukai dinaikan 7-9 persen, paling tidak ada ribuan buruh yang di-PHK.

"Dari data kami di 2013 sampai 2015 sudah ada 30.000 orang yang dirumahkan. Itu pun baru mencakup keanggotaan dari FSP RTMM, di luar keanggotaan itu bisa lebih banyak lagi. Apalagi bila sampai naik 23 persen"  tambah dia.

Seperti diketahui, PHK besar-besaran pernah dilakukan oleh dua pabrikan rokok besar, yaitu HM Sampoerna pada 2014 dengan memutus karyawan sebanyak 4.900 orang dan Gudang Garam sebanyak 6.189 orang.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Mufti mengaku keberatan dengan kenaikan cukai yang tinggi. Menurut Mufti, penyesuaian itu harus dilihat dari target riil di 2015. "Di tahun ini, sampai Agustus, target yang tercapai baru Rp70 triliun sampai Rp75 triliun. Bila dihitung sampai akhir tahun paling tidak pencapaian menjadi Rp115 triliun"... jelasnya.

Seperti telah kami sampaikan kepada pemerintah dan Kemenkeu dalam berbagai kesempatan, angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp129 triliun. Jika target cukai 2016 melebihi angka Rp129 triliun, maka taruhannya adalah puluhan ribu pekerja yang ada di pabrik rokok. Harapan kami, pemerintah dan DPR RI mempertimbangkan masukan industri dan memberikan perhatian serius atas permasalahan ini," pungkas Mufti.


Sumber :
- Metrotvnews.com
- http://www.buruhtoday.com/2015/10/industri-rokok-diminta-tidak-lakukan.html

Read more

Perbandingan Pengeluaran

Saya adalah tipe perokok berat yang mengkonsumsi rokok Dji Sam Soe rata-rata per Harinya antara 2 s/d 4 bungkus (termasuk yang saya suguhkan kepada tamu atau teman saya), Jenis rokok Dji Sam Soe yang saya beli umumnya yang berisi 16 Batang dengan harga : Rp 16.000,- per Bungkusnya, sedangkan jenis rokok Dji Sam Soe lainnya... saya beli hanya sebatas untuk koleksi saja. Dengan asumsi perhitungan 2 Bungkus per Hari selama 30 Hari (1 Bulan), maka... pengeluaran yang harus saya keluarkan setiap Bulannya untuk biaya beli rokok Dji Sam Soe tersebut, seminim-minimnya sebesar : ( Rp 16.000,-  x  2 )  x  30  Hari  =  Rp 960.000,-

Tetapi... semenjak saya mengenal rokok TingWe, maka... tanpa saya sadari terjadi penghematan yang sangat signifikan terhadap pengeluaran untuk biaya pembelian rokok yang saya konsumsi setiap Bulannya, seperti yang saya rangkum berikut dibawah ini :


PERBANDINGAN BIAYA PENGELUARAN KONSUMSI ROKOK


ROKOK 234 DJI SAM SOE

Per HARI : 2 Bungkus x 16 Batang = 32 Batang.

Per BULAN: 32 Batang x 30 Hari = 960 Batang.

TOTAL PENGELUARAN per BULAN :

( Rp 16.000,-  x  2 )  x  30  Hari  =  Rp 960.000,-


ROKOK TING WE

1 Bungkus Tembakau TingWe seharga : Rp 16.000,-  bisa saya buat menjadi rokok sebanyak 50 s/d 100 Batang ( untuk perhitungan, saya menggunakan 50 Batang ).

per BULAN :  960  :  50 Batang  =  + 19 Bungkus Tembakau LinWe.

Jadi... Pengeluaran Belanja Tembakau TingWe per BULAN :

19 Bungkus  x  Rp 16.000,-  =  Rp 304.000,-

PENGHEMATAN PENGELUARAN BELANJA ROKOK :

Rp 960.000,- - Rp 304.000,- = Rp 656.000,- ( minimal HEMAT )

Read more

Usaha Sampingan di Rumah

Blog Mbah Ko LinWe ini hanyalah WebBlog Pribadi yang saya buat dan atau saya kelolah hanya sebagai BLOG HIBURAN PRIBADI di saat senggang untuk menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan informasi seputar rokok, khususnya... rokok TingWe / LinWe (Rokok Linting Dewe / Melinting Rokok Sendiri).

Selain itu Mbah Ko LinWe hadir untuk menjembatani para Pecinta Rokok TingWe/LinWe yang tinggal di Kota Surabaya dan sekitarnya (khususnya di daerah PAKIS WETAN) yang selama ini kesulitan mendapatkan berbagai perlengkapan TingWe yang di butuhkan, maka... Anda bisa datang langsung ke Toko saya untuk membeli produk yang Anda butuhkan tersebut.

Sebenarnya ada keinginan saya untuk bisa melayani penjualan secara OnLine, tetapi... dikarenakan kesibukan saya lainya dan kurangnya pengalaman saya di bidang pelayanan penjualan via OnLine, maka... untuk sementara saya tunda dulu.

Toko yang saya dirikan untuk menjual aneka produk perlengkapan TingWe ini hanyalah USAHA SAMPINGAN di rumah... untuk menambah ARUS KAS BARU bagi keluarga dan untuk pengelolaan Toko tersebut saya serahkan pada istri saya.

KISAH AWAL MULA BERJUALAN PERLENGKAPAN TINGWE

Suatu ketika saya bertemu teman yang saat itu sedang berkunjung ke rumah saya... dan singkat ceritanya... teman saya tersebut mengeluh tentang harga rokok yang selalu naik setiap bulannya. Ketika teman saya tersebut melihat saya tersenyum di saat mendengarkan keluhannya tersebut, dia langsung bertanya kepada saya... kenapa kamu khok malah tersenyum ketika mendengar keluh kesah saya tentang harga rokok tersebut...????

Tanpa banyak bicara... saya langsung menyodorkan kepada teman saya... rokok TingWe yang selama ini saya konsumsi dan dikiranya rokok Dji Sam Soe oleh teman saya tersebut (karena bentuk penampakannya maupun rasanya memang mirip seperti rokok Dji Sam Soe). Ketika teman saya sedang menikmati rokok TingWe yang saya berikan kepadanya tersebut... barulah saya menjelaskan dan saya-pun berkata kepadanya... itulah bedanya kamu dengan saya dalam hal... cara cerdas merokok yang hemat dan tetap dengan cita rasa rokok yang nikmat sesuai selera kita.

Singkat cerita... akhirnya teman saya tersebut mengganti biaya pembelian perlengkapan TingWe yang saya miliki dan kebetulan saat itu saya membeli 2 (dua) sebagai serep atau cadangan, jika sewaktu-waktu ada kerusakan. Dan sejak peristiwa itulah akhirnya saya mencoba untuk membuka usaha sampingan berjualan perlengkapan TingWe di rumah... yang pengelolaannya saya serahkan pada istri saya.

KEUNTUNGAN BERJUALAN PERLENGKAPAN TINGWE

Dari keuntungan hasil berjualan perlengkapan TingWe tersebut...awalnya hanya bisa membantu subsidi biaya pengeluaran untuk keperluan konsumsi rokok saya, sehingga saya bisa merokok secara GRATIS, tetapi... lambat laun (sampai sekarang) bisa menghasilkan ARUS KAS BARU bagi saya sekeluarga.

Kisah ini sengaja saya tayangkan di WebBlog ini dengan harapan... mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi siapapun yang ingin meniru CARA MEROKOK YANG CERDAS DAN HEMAT (meskipun ada sebagian orang berpendapat yang tetap saya hargai, yakni... sebaiknya tidak merokok) dan atau bisa menginspirasi dan solusi bagi Anda yang ingin meniru berjualan perlengkapan TingWe sebagai USAHA SAMPINGAN seperti yang telah saya jalani sampai dengan saat ini.

Agar tidak terlalu panjang dan menjemukan membaca postingan ini, maka... saya cukupkan sekian dulu informasi dari saya untuk mengawali postingan perdana di WebBlog ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembacanya... kurang lebihnya mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Read more